CSR ACTIVITIES
Pemulihan Mangrove untuk Keanekaragaman Hayati dan Karbon Biru
Kawasan Situs Belajar Rehabilitasi Mangrove Yayasan KEHATI di pesisir Lantebung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar Sulawesi Selatan, Indonesia


Hutan Mangrove adalah penjaga rumah-rumah dan penghidupan Masyarakat, dimana ekosistem mangrove memberikan perlindungan di garis pantai dari bencana terkait iklim dan bencana lainnya seperti badai dan tsunami serta mengurangi risiko banjir, genangan, dan erosi.
Ekosistem mangrove berperan sebagai Solusi efektif untuk masalah perubahan iklim global, karena tanaman mangrove ini mampu untuk menyerap dan menyimpan karbon Co2 jauh lebih besar dibandingkan hutan tropis.
Selain fungsi ekologi dan fisik, Hutan Mangrove memberikan manfaat ekonomi berupa pendapatan barang dan jasa lingkungan terutama ekowisata dan hasil perikanan serta produk lainnya seperti kepiting bakau, sirup, batik dan kerupuk.
Kolaborasi Pulihkan Pesisir, 5.000 Mangrove Ditanam untuk Masa Depan Hijau Makassar
PT. Sankyu Indonesia International bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia kembali menanam dan menyulam 5.000 bibit mangrove di Kawasan Pesisir Mangrove Lantebung, Kota Makassar.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (30/10/2025) ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung restorasi ekosistem pesisir dan pengendalian perubahan iklim.
Penanaman kali ini mencakup 3.000 bibit baru dan 2.000 bibit penyulaman di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Tiga jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Avicennia officinalis.
Selain memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap upaya peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar.
Dukungan Nyata untuk Rehabilitasi Mangrove
Kegiatan yang berlangsung hangat diiringi semangat kolaborasi ini dihadiri oleh perwakilan PT Sankyu Indonesia International, Yayasan KEHATI, Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, Jaringan Ekowisata Mangrove Lantebung (Jekomala), Ikatan Keluarga Lantebung (IKAL), serta nelayan dan masyarakat pesisir setempat.
Dalam sambutannya, Director PT Sankyu Indonesia International, Dedi Mufdi, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi perusahaan dalam menurunkan emisi karbon.
“Kami berkomitmen mendukung pengurangan emisi CO₂ melalui berbagai cara, termasuk restorasi mangrove. Di sisi lain, kami juga sedang berupaya mengembangkan bisnis logistik ramah lingkungan dan sistem transportasi rendah emisi. Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar CSR, tetapi bagian dari tanggung jawab global untuk masa depan yang hijau,” ujarnya.
PT Sankyu Indonesia International merupakan anak perusahaan Sankyu Group berbasis di Tokyo, Jepang, telah aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan lingkungan di Indonesia. Aksi penanaman mangrove di Lantebung merupakan perwujudan rasa syukur dan komitmen perusahaan terhadap pelestarian ekosistem pesisir.
Komitmen Bersama Pulihkan Fungsi Ekologis Pesisir.
Sementara itu, Direktur Program Yayasan KEHATI, Rony Megawanto, mengapresiasi dukungan PT Sankyu yang secara konsisten terlibat dalam rehabilitasi mangrove di Lantebung selama dua tahun berturut-turut.
“Mangrove di Makassar telah berkurang. Kawasan mangrove Lantebung adalah salah satu wilayah terakhir yang berhasil dipertahankan masyarakat. Upaya rehabilitasi seperti ini bukan hanya menambah vegetasi, tetapi juga memulihkan fungsi ekologis sebagai pelindung alami pesisir dan penyerap karbon,” ujar Rony. Ia menambahkan, kemampuan mangrove menyerap karbon lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis, sehingga menjadi bagian penting dalam mitigasi perubahan iklim global.
Kawasan Lantebung, Situs Belajar Rehabilitasi Mangrove.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, Nirwan Dessibali, menjelaskan bahwa kawasan Lantebung kini berkembang menjadi situs belajar rehabilitasi mangrove yang dikelola bersama masyarakat.
“Kami tidak hanya menanam, tetapi juga melakukan pemantauan dan perawatan rutin oleh fasilitator lokal. Kami belajar dari keberhasilan dan kegagalan agar kegiatan rehabilitasi tidak berhenti di seremoni, tetapi benar-benar menumbuhkan ekosistem yang hidup,” kata Nirwan.
YKL Indonesia bersama kelompok masyarakat Jekomala menerapkan pendekatan Ecological Mangrove Restoration (EMR) – metode restorasi berbasis perbaikan kondisi ekologis agar mangrove tumbuh alami. Selain melindungi pesisir, kawasan ini juga menjadi habitat bagi kepiting, ikan, dan burung migran yang singgah di pesisir Makassar.
Mangrove: Solusi Alam bagi Iklim dan Kehidupan
Indonesia memiliki sekitar 3,44 juta hektar mangrove, atau 23 persen dari total mangrove dunia, namun setiap tahun berpotensi kehilangan hingga 19.501 hektar. Padahal, mangrove memiliki peran vital dalam menyerap karbon dioksida, menahan abrasi pantai, serta mendukung penghidupan masyarakat pesisir.
Melalui kolaborasi antara PT Sankyu Indonesia International, Yayasan KEHATI dan YKL Indonesia, kegiatan rehabilitasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pesisir Makassar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi contoh nyata kolaborasi multi pihak dalam aksi iklim berbasis alam.
Table of Contents
More Article
Pemulihan Mangrove untuk Keanekaragaman Hayati dan Karbon Biru
CSR ACTIVITIES Pemulihan Mangrove untuk Keanekaragaman Hayati dan Karbon Biru Kawasan Situs...
PT SANKYU INDONESIA INTERNATIONAL Jalin Kerjasama Strategis dengan UNTIRTA untuk Program Beasiswa Ikatan Dinas
CSR ACTIVITIES PT SANKYU INDONESIA INTERNATIONAL Jalin Kerjasama Strategis dengan UNTIRTA untuk...
Turunkan Emisi Karbon di Makassar, 3000 Bibit Pohon Mangrove Ditanam
CSR ACTIVITIES Turunkan Emisi Karbon di Makassar, 3000 Bibit Pohon Mangrove Ditanam...



